Bumi Dan Ilusi

   Tuhan menciptakan Bumi pada masa lampau tidaklah langsung jadi, karena Bumi terus menerus berproses dan bereinkarnasi. Mulai dari Lautan, gunung-gunung, pohon-pohon, awan, gledek petir, angin-udara dan partikel lainnya yang tampak maupun tak tampak.
   Mulai dari lautan; lautan punya gelombang yang keras kadang kala hempasannya kuat ketika menghantam karang, pasang surut terjadi dilautan. Itu semua bukan tanpa sebab, sudah pasti setiap elemen yang berada dilaut ada yang menjaganya, ikan-ikan dilautan, karang-karang yang cantik bahkan para pengisi laut yang lain. Begitu juga dengan arakan awan yang membumbung tinggi dipuncak-puncak gunung, yang tampak indah apabila kita pandai menikmatinya, menyelami setiap celah arakan awan yang hilir mudik menghiasi kelopak mata, sampai sunrise pagi jauh lebih indah untuk dinikmati, aku bahkan sangat takjub melihat ketika sinar keemasan matahari mulai menerpa sebahagian wajahku dengan begitu lembut bersatu bersama hembusan angin yang menjadikannya dingin. Segala sesuatunya selalu berubah tidak sama walaupun tetap objeknya bernama sunrise tapi sudah pasti celah sunrise itu telah banyak berubah tanpa kita sadari itu. Beberapa gunung tinggi yang sudah kunikmati  dengan sunrise diatasnya, semuanya tetaplah indah sangat berbeda dengan biasanya. Disitu para malaikat mulai mengatur skema bagaimana arakan sunrise bisa begitu indah untuk dinikmati, sampai-sampai malaikat tidak bisa menikmatinya, mereka tabu akan rasa, hanya kita yang memiliki rasa akan semua rasa itu.
   Memang begitulah kehidupam dialam semesta ini yang semuanya ada tata skema letak yang sudah ada dijalurnya. Tapi terkadang manusia teramat serakah dengan lebih mementingkan egonya saja. Manusia menari-nari menggelitik diatas bumi tanpa sedikitpun menyadari mereka itu hanyalah seorang musafir yang sedang numpang hidup dibumi, singgah sebentar lalu pergi. Mereka tidak menyadari bahwasanya mereka hidup diatas bumi dan bumi melayang-layang lucu ditengah kelamnya galaxy. 
   Sampai-sampai Malaikat tidak tahu rasanya punya badan dari darah dan daging. Mereka tidak tahu rasanya tumbuh, mereka tidak tahu rasanya makan, kedinginan atau bermimpi indah. Mereka juga tak henti-hentinya takjub akan alam ciptaan ini. Dan mereka tidak sering-sering menunjukkan diri. Segala macam hal bisa tumbuh pada pohon tua, juga manusia dan hewan, bahkan lumut bisa tumbuh pada batu. Tapi tak ada yang bisa tumbuh pada malaikat. Banyak manusia yang membayangkan malaikat seperti Ruh tanpa tubuh yang melayang-layang pulang-pergi antara surga dan bumi. Padahal yang benar adalah sebaliknya manusialah yang maya dan tak konkret. Jika kita tendang sebongkah batu kaki kita akan membentur batu itu, tapi jika malaikat melakukannya mereka hanya akan menembus batu itu. Mereka menganggap batu itu tak jauh beda dengan kabut. Saat malaikat berjalan menembus kabut, kabut itu tidak rusak . Dan ketika mereka memikirkan sesuatu pikiran mereka itu tidak bisa merusak dunia sekitarnya. Mereka memiliki tubuh yang lebih nyata ketimbang mahluk apapun di alam ini. Seorang malaikat tak akan pernah hancur dan lebur mereka abadi, karena mereka tidak punya tubuh yang terbuat dari darah dan daging sehingga ruh mereka tak perlu meninggalkanya. 
   Tapi alam tak seperti itu, disini segala sesuatu sangat mudah hancur, bahkan sebuah gunung perlahan-lahan digerus kekuatan-kekuatan alam dan akhirnya berubah menjadi tanah dan pasir. Bagi mereka kita adalah hantu, bukan sebaliknya. Kita datang dan pergi dibumi ini. Tubuh kita tidak abadi, kita mendadak muncul dari setiap bayi yang keluar dari seorang ibu, itu adalah sebuah keajaiban. Tapi secepat itu pula kita pergi. 
   Manusia bisa merasakan segala sesuatu termasuk merasakan bau sementara malaikat tidak memiliki rasa apapun. Kita bisa merasakan semua tempat yang ada pada diri kita karena kita memiliki tubuh yang dibungkus oleh baju ajaib yang memiliki jejaring saraf yang rumit. Mereka tak bersayap, sayap malaikat hanya ada gambar buku anak-anak di sekolah taman kanak-kanak. Sama halnya seperti burung memiliki sayap untuk terbang karena burung terbuat dari darah dan daging, malaikat terbuat dari cahaya jadi mereka tak butuh sayap untuk terbang bergerak dialam semesta ini. Itu sama seperti pikiran-pikiranku yang tidak butuh sayap untuk terbang menjelajahi dunia. 
   Mereka melihat dengan hati nurani, sama halnya seperti orang yang buta, orang buta melihat tidak dengan matanya karena matanya buta, tapi mereka melihat dengan pikiran dan perasaan. Mereka meraba perasaan dan pikiran yang samar-samar. 
Tidakkah aneh ketika orang buta yang sudah bisa berjalan dengan orang normal tanpa melihat, secara logika mungkin aneh tapi bagi mereka tidak itu sudah ada dalam diri mereka. Banyak keanehan yang terjadi bagi kebanyakan manusia awam yang tidak memahami estetika bumi yang lebih memilih melihat dari biasanya bukan karena benar. Manusia lebih memilih tidak menjadi dirinya sendiri didepan orang lain, karena mereka suka mencari perhatian, ingin diperhatikan, mereka tidak menyadari ketika mereka melakukan itu mereka seperti menjilat dan minta dikasihani oleh perhatian orang lain. Aku percaya bumi itu hidup, segala sesuatu yang dibumi hidup dan terus tumbuh, banyak orang yang menggerus hasil bumi tanpa ada penyesalan mereka tertawa dengan hasil kekayaannya mereka dari perut bumi, sementara bumi menangis dan meringkih kesakitan setiap kali manusia menggerusnya, kalau saja bumi bisa berbicara saat ini mungkin bumi sudah menyatakan prostes keras akan dirinya yang disakiti terus menerus. 
   Malaikat saja takjub dengan setiap hal kecil yang Tuhan ciptakan sementara kita hanya menganggap yang ada dibumi hanya biasa-biasa saja. Tapi mungkin suatu saat nanti bumi akan menuntut balasan atas apa yang terdahulu diambil manusia. Bumi akan mengadu pada Tuhan, bumi akan melihatkan bagian tubuhnya yang telah disakiti. Semesta ini bukanlah kecil, entah kenapa aku mulai percaya kita tidak hidup sendirian, masih ada diangkasa raya lain kehidupan atau  didimensi lain yang masih hidup. Aku saja tidak mampu membayangkannya akal sehatku sudah mulai rusak untuk membayangkannya, yang jelas aku percaya ada dimensi lain yang masih berkekalan hingga saat ini.


_ihsansatriaazhar




Komentar

Postingan Populer