Semua Pasti Baik-Baik Saja
Sebagai manusia biasa, terkadang perasaan curiga itu dapat tumbuh. Saat aku melakukan perjalanan ke suatu tempat dan meninggalkanmu sendirian di penghujung malam tanpa kabar dariku. Disaat seperti ini, jika aku tidak mampu berpikir jernih dan menyabarkan diri. Keretakan bisa saja terjadi, akibat kelalaianku dalam memerhatikanmu yang tak berkabar. Hubungan yang awalnya baik-baik saja, tiba-tiba akan bisa celaka. Sampai-sampai satu diantara kita menaruh perasaan curiga, rasa curiga yang tak berujung ketika aku tak menyabarkanmu walau sebentar saja, kalau sudah begini kita akan pecah dan mulai berjarak.Disaat itu pula rasa curiga menyadarkan kita betapa berharganya hubungan ini. Hubungan yang sudah lama kita rajut bersama walau terkadang ketidakcocokan pikiran sering kali menggurui kita.Salah satu hal yang melahirkan rasa curiga ialah ketidakmampuanku mengendalikan diri akan rasa dirimu yang berlebihan hingga membuatku takut kehilanganmu. Padahal hal tersebut tidak perlu dijaga dan tidak terlalu penting untuk dibahas ketika kita menjalani hubungan berjarak seperti ini. Itulah sebabnya, saat perasaan curiga itu tumbuh, aku diam-diam akan membunuhnya secara paksa, aku berusaha menenangkan diriku berkali-kali. Aku tidak ingin melukaimu dengan kecurigaanku yang berlebihan, aku ingin kita tetap baik-baik saja. Kita sedang memperjuangkan hal-hal yang menjadi impian bersama, termasuk menikahimu adalah impian terbesarku saat ini.Bagaimanapun ceritanya aku masih betah berkelana dengan motor bututku, aku masih mengais beberapa cerita yang ingin kutuangkan lewat pena dan kertas-kertas buramku. Mengais cerita yang menarik tidak bisa kudapatkan hanya duduk diam didalam kamar sambil memegangi sebuah pena mungil dan mulai menulis, aku tabu akan hal yang tidak bisa kulihat secara langsung dengan kedua bola mata ketika harus tetap bertatap kritis. Maka dari itu aku berkelana dan meninggalkanmu tanpa berkabar.Tapi, jangan khawatir sayang kamu ada ditempat aku pulang nanti, ketika semua rasa curigaku yang tidak penting akan kuhapus dengan memeluk tubuhmu dengan erat sambil menitihkan air mat kerinduan yang teramat dalam kepadamu. Hingga Malam akan tetap begini, bersama bintang-bintang yang Sedang malas untuk menghampiri. Lalu akan larut bersama pagi yang menjadikannya dingin, melalui embun-embun yang jatuh bersama perasaan yang terus tumbuh. Pada fase macam ini sering kali aku takut pada lara yang tak seharusnya, itulah mengapa aku tidak terlalu suka membahas jarak yang kadang memberikan kontribusi yang tidak baik pada diri sendiri. Aku tidak suka menunda menyelesaikan masalah sampai berhari-hari. Maaf untuk segala kisah yang menyedihkan terhadapmu, sikap yang akan terus menyakiti untuk dua orang yang dilanda rindu berkepanjangan. Iya rindu padamu, aku rindu senyumanmu itu yang begitu merekah memanjakan mataku. Rindu itu memang jahat sejahat kamu yang lebih memilih pergi dengan cara yang berbeda. Meninggalkan tanpa sapa, tanpa cerita bahkan hanya derita. Waktu itu banyak rindu yang menderai menjadi puisi-puisi cinta. Menjadikan segala hal yang kita rencanakan lahir sebagai harapan kita berdua. Hingaa aku telah memilihmu dan percaya paling dalam terhadapmu. Aku ingin jatuh cinta padamu dengan setiap waktu yang aku punya. Aku ingin menjadikanmu seseorang yang menyatu dengaku dalam segala doa dan rencana-rencana. Aku ingin menjadikanmu teman paling bahagia, kekasih hidup yang berpegang teguh pada setia.
Komentar
Posting Komentar