Sajak Kematian

Diantara hingar bingar keramaian
Terpenjara satu jiwa manusia
Meraung-raung menangisi diri sendiri
Tubuhnya kaku, wajahnya pucat deru nafasnya terhenti pasti

Diantara keramaian kerumunan orang-orang
Dia mendapati diri melenggang pergi
Melayang-layang dilangit-langit
Namun kembali lagi.

Rasa sakit itu tidak tertahankan lagi
Ia menjerit kesakitan dengan sekeras-kerasnya jeritan
Tetapi, tak dari satupun mereka yang mendengar apalagi meminta bantuan

Ia merintih tertatih, ditarik paksa tanpa adanya jeda
Semua para mahluk menyaksikan kesakitannya, kecuali para kerumunan di hadapannya yang terdiam tak beranjak

"JANGAN!!!.. TOLONG.." Suara teriakannya pada sang semesta.
Ia tetap dipaksa, dipaksa dan terus dipaksa

"Aku mohon hentikan!!!" Teriaknya lagi sambil meringkih merasakan ngilu yang teramat pedih.

Tubuhnya dikuras, raungannya ditikam. Seluruh tubuhnya menegang dan mati terhimpit kesia-siaan.

Semesta bertnya kepadanya.
"Dimana Tubuhmu yang sehat?"
"Dimana wajahmu yang rupawan?"
"Dimana sanak keluargamu?"
"Dimana harta-hartamu?"
"Dimana mereka semua?"

Ia hanya terdiam dan mengeluh sesal seperti seorang binatang yang diarak ke seluruh jagat raya dan disumpahi segala bentuk mahluk.

Komentar

Postingan Populer