Pepatah : Mulutmu Harimaumu
Sepertinya pepatah itu benar. Perihal mulutmu harimaumu.
Apa yang kita ucapkan akan selalu berdampak ke diri kita entah itu positif atau negatif.
Anak muda zaman sekarang sedang asik asiknya mengumbar ajakan untuk berbuat baik, ajakan berhijrah, sementara dirinya sendiri tidak lebih baik dari orang lain. Aneh memang membayangkan hal tersebut.
Aku tersentil akan hal ini, sungguh. Bagaimana tidak, ajakan berbuat baik seperti memakan kerupuk udang yang dengan seenaknya dikunyah.
Aku pernah mendengar seorang ustadz berkata ; "berhati-hatilah dalam berbicara apalagi mengajak orang lain dalam kebaikan. Sebelum kau mengajak orang lain menuju kebaikan pastikan kau baik dulu. Sudah paskah Sholatmu, sudah kenalkah dengan Tuhanmu. Kalau belum! Berkata-katalah seperlunya atau lebih baik diam. Apalagi harus membawa ayat Al-Qur'an dan hadist. Sungguh gawat sekali. Maknai Ayat tersebut atau hadist tersebut ketika kau bisa memaknai dan memakainya, beritahulah kepada yang lain apabila ada yang bertanya. Kalu tidak lebih baik diam!"
Aku tersentuh dengan kalimat itu. Dan semoga saja sampai saat ini masih tersentuh.
Tulisan ini memang sedikit propoaktif, tapi ini hanyalah remah remah pesta pikiran yang jatuh. Jadi aku menulis agar aku tenang.
Cukuplah membincangkan sajak atau puisi jauh lebih menyenangkan, dan perihal Al-Qur'an dan hadist. Biarlah diri sendiri yang memahaminya.
Karena orang yang lebih banyak tahu akan diam. Sementara orang yang tidak tahu akan seperti tong kosong nyaring bunyinya.
Mari bersajak dan menulis itu jauh lebih didalam sosial media. Dari pada membicarakan hal yang belum mampu memahaminya lebih dalam lagi.
Komentar
Posting Komentar