Kenapa Mendaki Gunung?
Ketika pertama ketika mendengar kata mendaki gunung, saya beranggapan orang yang mendaki gunung itu kurang kerjaan. Kenapa gunung didaki?
Untuk apa?
Pertanyaan pertanyaan itu akhirnya terjawab dengan sendirinya. Kenapa saya dengan berani memutuskan untuk mendaki gunung. Karena saya penasaran, ada apa sih di gunung itu.
Ternyata ekpekstasi dan harapan didalam kepala saya berubah derastis.
Waktu itu pertengah bulan juni 2013. Lalu tiba dimana rasa penasaran itu akhinya terjawab.
Untuk pertama kalinya saya diajak untuk mendaki gunung. Bukan gunung tinggi, hanya gunung dengan kountur yang pantas untuk orang awam seperti saya ini. Sampai suatu pelajaran berharga dalam hidup saya dapatkan.
Dari sana saya banyak belajar, betapa banyak hal yang bisa didapatkan ketika mendaki gunung.
Rasa sakit, letih, haru, sedih, bahagia, pengharapan. Semuanya menjadi satu membaur tak terkira.
Memang sih terkadang apa sih enaknya mendaki gunung. Itu pertanyaan saya dulu.
Tapi sekarang kapan kita mendaki lagi?
Pertanyaan itu telah berubah dengan sendirinya. Saya merasakan ada banyak hikmah yang dapat diambil dalam mendaki gunung, salah satunya menghargai orang lain.
Terutama teman seperjalanan, kita harus berbagi air dan makanan didalam satu tenda. Dan harus berani berbasah basahan ketika hujan datang.
Semua pengalaman itu hanya bisa didapatkan dialam. Ditambah lagi pikiran kita akan semakin sehat karena kandungan karbondioksida yang memompa jantung kita, itu membuat kita makin sehat.
Kenapa kamu mendaki gunung, karena gunung itu ada.
Mungkin itu jawaban yang kompleks untuk kita semua. Apabila ingin tahu bagaimana mendaki gunung, maka mendakilah. Langkahkan kakimu bahwa ada kenikmatan didalam alam yang riuh, ada kebahagian diatas jalan setapak. Untuk itu menyatulah dengan alam. Agar kau tahu betapa kecilnya kau diatas bumi ini.
Komentar
Posting Komentar