Di Halaman Matamu
Di halaman matamu, pernah aku bersenandung merdu.
Menaburkan benih biji-biji mawar agar lekas tumbuh untuk menyatu.
Bungabunga itu akan selalu kurawat rapi dengan beberapa imajinasi.
Seperti ketika pagi datang, beberapa embunembun mungil mengeluarkan aurora kemilau sinar keemasan dipundak dedaunan yang rapuh.
Aku hanya ingin menjadi tukang kebun yang selalu merawat tanaman dihalaman matamu.
Menjaganya tetap bersih dari semaksemak pandangan khalayak ramai.
Biarkan hanya aku saja yang merawatnya, menjaganya dan memupuknya dengan butiranbutiran merdu perdu rindu.
Lalu aku akan menyinarinya dengan matahari harapan untuk terus merindu dikejauhan malam.
Tak masalah jika kuterluka karena durinya, yang berhasil tumbuh dengan sangat tajam.
Tidak mengapa jika aku harus terus terseok-seok dalam sebuah pengharapan yang panjang.
Hingga...
Pabila waktunya tetiba nanti, aku akan mematahkan tangakainya dengan janji suci pernikahan, memegang erat batangnya dengan sarung tangan keikhlasan. Menyatukan semuanya dalam balutan pelastik keluarga, yang akan berakhir pada kata bahagia.
Komentar
Posting Komentar