Anak Anak
Hujan
sedang renyah-renyahnya mengguyur. Anak-Anak berlarian kesana-kemari.
Melihat mereka tertawa riang, mengingatkan akan masa kecil dahulu. Berlari kesana kemari dengan bertelanjang badan. Ketawa ketiwi tanpa beban. Dinginnya guyuran hujan bahkan tidak merasai lagi dibagian badan. Selimut kebahagian selalu menyinari mereka. Merekalah mungkin orang yang paling bahagia di seantero bumi. Yang dengan mudahnya bermain tanpa harus memikirkan apapun. Tidak pernah memikirkan bagaimana hidup dengan baik, tidak pernah memikirkan hal-hal yang berat apalagi memikirkan masalah cinta dan tetek bengeknya. Bernostalgia selalu bisa membuat hati bahagia. Termasuk mereka yang kini membela diri sendiri untuk tetap bahagia.
Hujanpun tak bosan untuk menjadi peneman kebahagian mereka. Mereka sangat bersahabat dengan hujan. Merekalah pelopor makna dalam menyukai hujan. Bukan hanya menyukai tetapi ikut terjun langsung ketika hujan turun.
Waktu memang terus berjalan, tawa riang itupun perlahan akan dikenang. Beranjak dewasa mereka akan hanya bisa melihat dan memandangi saja. Atau bahkan melupakan yang remeh-remeh termasuk melupakan bahwa mereka pernah kecil bertelanjang badan, berlari kesana kemari tanpa beban.
Beberapa tempat menjadi saksi, pinggiran rumah, lapangan bola, hingga berujung kisah yang akan berakhir di kamar mandi.
Bagi setiap orang kenangan dianggap sesuatu yang paling berharga, karena hanya dengan kenangan kita bisa menatap hidup untuk menjadi lebih baik lagi.
Sama halnya seperti orang yang tidak pernah belajar dari masa lalu, sama halnya masuk kedalam lubang yang sama. Mereka yang tidak pernah berkaca dengan masa lalu, akan tetap sama dengan waktu yang sekarang.
Komentar
Posting Komentar