Pusuk Buhit Membiusku Lebih Dalam Lagi
Catatan kecil ini aku buat tidak lain tidak bukan adalah untuk mengingat kembali memori bahwasanya kita pernah mendaki gunung ini dan pernah sama-sama untuk berbahagia dalam balutan yang namanya persahabatan. Sedikit banyaknya akan membantu teman-temanyang haus berpetualang keluar daerah, atau bagi rekan-rekan yang ingin mengunjungi gunung pusuk buhit yang begitu penomal bagi banyak orang.
Gunung pusuk buhit adalah sebuah gunung tinggi sisa letusan gunung Toba purba yang Maha dahsyat. Letusan gunung ini pernah tercatat sebagai yang paling besar sepanjang sejarah dunia. Masing-masing terjadi pada 800.000, 300.000, 75.000, dan 45.000 tahun yang lalu. Setiap gunung toba meletus menciptakan kaldera wilayah selatan yakni kaldera porsea dan balige, letusan kedua melahirkan kaldera utara yakni kaldera haranggaol, letusan ketiga melahirkan kaldera sibandong dengan pulau samosir letusan terakhir melahirkan kaldera bakkara dengan pulau simamora dengan lubang magmannya.
Pada umumnya orang batak mempercayai kalau si raja batak diturunkan langsung digunung pusuk buhit bekas gunung vulaknis dekat panguruan (Ibu Kota Samosir). Siraja batak kemudian membangun sebuah perkampungan kecil disalah satu lembah gunung tersebut dengan nama Sianjur. Letak perkampungan ini berada digaris lingkar gunung pusuk buhit, dilembah sagala dan lembah mulana.
Semua perlengkapan mendaki sudah kami persiapkan mulai dari tenda, alat masak maupun logistic untuk kami berkemah, kami berangkat dari medan pukul 21.00 WIB, setelah molor dari waktu yang dijanjikan pada pukul 19.00 WIB. Setelah melakukan perjalanan sekitar beberapa jam sampailah kami di kaki gunung pusuk buhit pada pukul 04.00 pagi sekali memang untuk memulai pendakian akhirnya kamin menunggu pagi untuk memuali pendakian agar lebih memudahkan kami dalam berjalan.
Kami bangun pagi lalu menitipkan kendaraan dirumah kepala desa yang ada disitu, tampak ladang kopi milik warga yang menyertai kami dalam pendakian kali ini setelah melewati ladang kopi hingga terlihatlah padang savanna ilalang yang menyambut kedatangan kami semakin menambah kecirian khusus akan gunung ini, tidak butuh lama untuk mendaki gunung ini sekitar 2 jam melewati ilalang yang terus menanjak tak lupa pula selama pendakian kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah yaitu danau toba sudah pasti membiusku lebih lama untuk bertahan disini, bahkan waktu 2 jampun takkan teras ketika mendaki gunung ini, ketika kami sampai disuatu bukit yang dipenuhi ilalang kami langsung bergegas memasang tenda untuk bermalam menikmati senja dan bintang dimalam yang indah dengan angin tipis yang bertiup mesra oh Tuhan sungguh nikmat ciptaanmu yang sangat luar biasa, malam semakin larut tak terasa waktu begitu cepat berlalu menghipnotis untuk masuk kedalam tenda sambil menarik ressleting sliping bag dan mengucapkan selamat malam untuk tidur yang lelap.
Pendakian ini dilakukan pada tanggal
27-28 Desember 2014.
Komentar
Posting Komentar